123456123456
Bookmark

Berani Melangkah dalam Panggilan Tuhan untuk Menghidupkan

Nehemia 2:1-10

Ada saat dalam kehidupan ketika Tuhan menaruh sebuah beban di dalam hati kita. Kita melihat keadaan di sekitar yang membutuhkan pertolongan, keluarga yang membutuhkan perhatian, jemaat yang membutuhkan pelayanan, atau masyarakat yang membutuhkan harapan. Pada saat seperti itu, Tuhan bukan hanya mengajak kita untuk melihat, tetapi juga mengajak kita untuk berani melangkah dalam panggilan-Nya.

Nehemia adalah salah satu contoh orang yang berani mengambil langkah karena percaya kepada Tuhan. Ia mendengar bahwa Yerusalem berada dalam keadaan yang menyedihkan. Tembok kota telah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar. Berita itu membuat Nehemia sedih dan berduka. Namun, kesedihan itu tidak berhenti menjadi perasaan. Nehemia membawa pergumulannya kepada Tuhan dalam doa.

Dalam Nehemia 2:1-10, kita melihat bagaimana Tuhan membuka jalan bagi Nehemia untuk melakukan sesuatu. Ia mendapat kesempatan berbicara kepada Raja Artahsasta. Kesempatan itu menjadi awal dari sebuah perjalanan besar untuk membangun kembali Yerusalem.

1. Panggilan Tuhan Sering Dimulai dari Beban di Hati

Nehemia tidak mencari pekerjaan besar. Ia sedang menjalankan tugasnya sebagai juru minuman raja. Namun, ketika mendengar keadaan Yerusalem, hatinya tersentuh. Ia tidak dapat bersikap biasa-biasa saja.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa panggilan Tuhan kadang-kadang dimulai dari beban yang Tuhan tanamkan dalam hati. Kita melihat sesuatu yang tidak benar dan merasa terdorong untuk melakukan sesuatu.

Mungkin Tuhan memberikan kepada kita perhatian khusus terhadap anak-anak, keluarga, orang miskin, pemuda, orang yang kesepian, pendidikan, pelayanan gereja, atau kehidupan masyarakat. Jangan selalu menganggap beban itu sebagai sesuatu yang tidak penting. Bisa jadi, melalui beban tersebut Tuhan sedang menunjukkan kepada kita sebuah panggilan.

Ketika Tuhan membuat hati kita peduli terhadap sesuatu, jangan hanya bertanya, “Mengapa keadaan ini terjadi?” Tetapi bertanyalah, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki saya lakukan?”

2. Sebelum Melangkah, Nehemia Berdoa

Salah satu hal penting dari kisah Nehemia adalah bahwa ia tidak langsung bertindak. Ia terlebih dahulu berdoa dan berpuasa. Nehemia menyadari bahwa tugas yang besar tidak dapat dilakukan hanya dengan kekuatan manusia.

Ketika akhirnya ia berdiri di hadapan raja, ia berada dalam keadaan yang menegangkan. Wajah yang muram di hadapan raja dapat membawa risiko bagi dirinya. Karena itu, ketika raja bertanya tentang kesedihannya, Nehemia terlebih dahulu berdoa kepada Allah.

Ini menunjukkan bahwa keberanian Kristen bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian berarti tetap melangkah sekalipun ada ketakutan, karena kita percaya kepada Tuhan.

Sering kali kita menunggu sampai semua keadaan menjadi aman sebelum melakukan sesuatu. Kita menunggu memiliki cukup uang, cukup kemampuan, cukup dukungan, atau cukup keberanian. Padahal, Tuhan dapat memanggil kita untuk melangkah terlebih dahulu dan mempercayakan hasilnya kepada-Nya.

3. Tuhan Membuka Jalan bagi Orang yang Dipanggil-Nya

Ketika Nehemia menyampaikan keinginannya kepada raja, Tuhan memberikan jalan. Raja bukan hanya mengizinkan Nehemia pergi, tetapi juga memberikan surat-surat yang diperlukan dan kayu untuk pembangunan.

Hal ini mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan memberikan panggilan, Ia juga sanggup menyediakan jalan untuk menjalankannya. Kita memang harus bekerja, merencanakan, dan menggunakan kemampuan yang Tuhan berikan. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa keberhasilan pelayanan pada akhirnya berada di dalam tangan Tuhan.

Nehemia bahkan mengatakan bahwa raja memberikan apa yang dimintanya karena tangan Allahnya yang murah melindungi dia. Nehemia tidak memusatkan perhatian pada kemampuan dirinya. Ia melihat pekerjaan Tuhan di balik setiap kesempatan.

Dalam kehidupan kita pun demikian. Ada pintu yang terbuka bukan semata-mata karena keberuntungan. Ada kesempatan pelayanan, perjumpaan dengan seseorang, kemampuan yang kita miliki, atau pertolongan yang datang tepat pada waktunya. Kita perlu belajar melihat bahwa Tuhan dapat bekerja melalui berbagai keadaan untuk menggenapi kehendak-Nya.

4. Dipanggil Tuhan untuk Menghidupkan, Bukan Mematikan Harapan

Tujuan Nehemia bukan sekadar membangun tembok. Ia sedang mengambil bagian dalam memulihkan kehidupan umat Allah. Tembok yang runtuh bukan hanya masalah bangunan. Keadaan itu menjadi gambaran tentang kehancuran, kehilangan keamanan, dan hilangnya harapan.

Karena itu, panggilan Nehemia dapat kita lihat sebagai panggilan untuk menghidupkan kembali harapan.

Demikian juga dengan panggilan kita sebagai orang percaya. Tuhan menempatkan kita bukan hanya untuk menikmati berkat-Nya, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Kita dipanggil untuk menghidupkan semangat orang yang mulai putus asa. Kita dipanggil untuk menguatkan keluarga yang sedang mengalami masalah. Kita dipanggil untuk mendidik generasi muda dalam kebenaran. Kita dipanggil untuk melayani jemaat dengan kasih. Kita dipanggil untuk membawa damai di tengah konflik dan menjadi terang di tengah kehidupan yang penuh kegelapan.

Menghidupkan tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Kadang-kadang satu perkataan yang baik dapat menghidupkan hati seseorang. Satu kunjungan dapat memberikan penghiburan. Satu tindakan kasih dapat membuat seseorang kembali percaya bahwa Tuhan masih bekerja.

5. Berani Melangkah Sekalipun Ada Tantangan

Nehemia mengetahui bahwa perjalanan yang akan dilaluinya tidak mudah. Bahkan kemudian ia menghadapi berbagai penolakan dan ancaman. Namun, dalam bagian ini kita melihat satu hal penting: Nehemia tidak membiarkan ketakutan menghentikan panggilan Tuhan.

Kita pun mungkin mempunyai banyak alasan untuk tidak melangkah. “Saya tidak mampu.” “Saya masih terlalu muda.” “Saya tidak punya banyak uang.” “Tidak ada yang mendukung.” “Saya takut gagal.” Semua alasan itu mungkin benar menurut keadaan kita. Tetapi panggilan Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan kita.

Tuhan dapat memakai orang biasa untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa ketika orang tersebut mau percaya dan taat kepada-Nya.

Pesan Penting untuk Jemaat

  • Dengarkan beban yang Tuhan taruh dalam hati. Bisa jadi di sanalah Tuhan sedang menunjukkan panggilan-Nya.
  • Berdoalah sebelum melangkah. Jangan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
  • Beranilah mengambil langkah pertama. Jangan menunggu semuanya sempurna.
  • Percayalah bahwa Tuhan sanggup membuka jalan. Tugas kita adalah taat; Tuhan yang bekerja melalui ketaatan itu.
  • Jadilah orang yang menghidupkan. Bawalah harapan, kasih, penghiburan, dan kehidupan kepada orang-orang di sekitar kita.

Penutup

Nehemia mengajarkan bahwa panggilan Tuhan membutuhkan keberanian untuk melangkah. Ia melihat kehancuran, merasakan beban, berdoa kepada Tuhan, lalu mengambil tindakan. Ia tidak hanya berbicara tentang keadaan Yerusalem, tetapi bersedia menjadi bagian dari pemulihannya.

Hari ini mungkin Tuhan juga sedang memanggil kita untuk melakukan sesuatu. Jangan hanya melihat masalah. Jangan hanya mengeluh tentang keadaan. Jangan hanya menunggu orang lain bergerak.

Beranilah melangkah dalam panggilan Tuhan. Mungkin langkah kita kecil, tetapi di tangan Tuhan langkah kecil itu dapat menjadi awal dari perubahan besar. Mungkin kita tidak mampu mengubah seluruh keadaan, tetapi kita dapat menjadi alat Tuhan untuk menghidupkan satu hati, satu keluarga, satu jemaat, bahkan satu komunitas.

Kiranya kita memiliki keberanian seperti Nehemia: peka melihat kebutuhan, tekun berdoa, berani melangkah, dan percaya bahwa tangan Tuhan menyertai setiap pekerjaan yang dilakukan bagi kemuliaan-Nya.

“Tuhan tidak selalu memanggil kita kepada sesuatu yang mudah, tetapi Ia memanggil kita untuk percaya bahwa tangan-Nya menyertai setiap langkah ketaatan kita.”

Doa:
Tuhan, berikanlah kami hati yang peka terhadap panggilan-Mu. Ketika Engkau menaruh beban dalam hati kami, ajarlah kami untuk tidak hanya melihat dan mengeluh, tetapi berani bertindak. Berikan kami keberanian untuk melangkah, hikmat untuk mengambil keputusan, dan iman untuk percaya bahwa tangan-Mu selalu menyertai kami. Pakailah hidup kami untuk menghidupkan harapan, menguatkan yang lemah, dan menjadi berkat bagi sesama. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Posting Komentar

Posting Komentar