123456123456
Bookmark

Kasih Terhadap Saudara-Saudara sebagai Tanda Hidup Baru | 1 Yohanes 3:11-18

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 3:11-18

Setiap orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk mengalami kehidupan yang baru. Hidup baru bukan hanya perubahan dalam cara kita berbicara atau beribadah, tetapi perubahan dalam hati dan cara kita memperlakukan orang lain. Salah satu tanda yang paling nyata dari hidup baru di dalam Kristus adalah kasih kepada saudara-saudara.

Pada minggu sebelumnya, kita telah merenungkan tentang “Perintah yang Baru” dari 1 Yohanes 2:7-17. Rasul Yohanes mengingatkan bahwa perintah untuk mengasihi bukanlah sesuatu yang sama sekali baru. Perintah itu sudah didengar sejak semula. Namun, di dalam Kristus, kasih itu menjadi nyata karena terang Kristus telah datang.

Karena itu, kasih tidak boleh hanya menjadi ajaran yang kita dengar atau kata-kata yang kita ucapkan. Kasih harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kasih yang nyata kepada saudara menjadi salah satu tanda bahwa kita benar-benar hidup di dalam Kristus.

Gambar ilustrasi Kasih Terhadap Saudara-Saudara sebagai Tanda Hidup Baru

Kasih adalah Perintah bagi Orang Percaya

Dalam 1 Yohanes 3:11 dikatakan bahwa berita yang telah didengar sejak semula adalah supaya kita saling mengasihi. Kata “harus” menunjukkan bahwa kasih bukan sekadar pilihan. Mengasihi adalah bagian dari identitas orang yang telah menerima hidup baru dalam Kristus.

Namun, Yohanes memberikan contoh yang sangat berbeda melalui kisah Kain dan Habel. Kain membiarkan iri hati berkembang menjadi kebencian, dan kebencian akhirnya membawa kepada pembunuhan. Ini mengingatkan kita bahwa kebencian tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Kadang-kadang semuanya dimulai dari iri hati, sakit hati, dendam, atau keinginan melihat orang lain gagal.

Karena itu, kita perlu memeriksa hati kita. Mungkin kita tidak pernah membunuh seseorang secara fisik, tetapi apakah kita pernah “membunuh” orang lain melalui fitnah, penghinaan, perkataan yang menyakitkan, atau sikap tidak peduli?

Kasih Menjadi Tanda Kita Telah Menerima Hidup Baru

1 Yohanes 3:14 mengatakan bahwa kita tahu telah berpindah dari maut kepada hidup karena kita mengasihi saudara kita. Ini bukan berarti kasih menjadi alasan kita memperoleh keselamatan. Keselamatan berasal dari Allah melalui Kristus. Kasih adalah buah dan bukti bahwa kehidupan baru dari Kristus sedang bekerja dalam diri kita.

Dengan kata lain, kita tidak mengasihi supaya diselamatkan. >Kita mengasihi karena kita telah menerima keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus.

Hal ini sangat penting dalam kehidupan jemaat. Kita dapat terlihat rajin beribadah, aktif dalam pelayanan, dan mengetahui banyak hal tentang Alkitab. Tetapi Tuhan juga melihat hati kita. Apakah masih ada kebencian, dendam, kepahitan, iri hati, atau permusuhan yang kita simpan?

Hidup baru berarti kita belajar melepaskan semua itu dan memilih jalan kasih.

Kristus adalah Teladan Kasih yang Berkorban

Puncak berita dalam bagian ini terdapat dalam 1 Yohanes 3:16. Yohanes menunjukkan kasih Kristus sebagai dasar bagi kasih orang percaya. Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Karena itu, kita pun dipanggil untuk rela berkorban bagi saudara-saudara kita.

Menyerahkan hidup tidak selalu berarti mati secara fisik. Dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat berarti mengorbankan waktu, tenaga, perhatian, kenyamanan, dan kepentingan pribadi demi kebaikan orang lain.

Kadang-kadang kasih berarti mengampuni seseorang. Kadang-kadang kasih berarti menyediakan waktu untuk mendengarkan orang yang sedang mengalami masalah. Kasih juga dapat berarti membantu seseorang yang sedang mengalami kekurangan atau mendampingi saudara yang sedang menderita.

Pertanyaannya bukan hanya, “Apakah saya mengasihi saudara saya?” tetapi, “Apa yang sudah saya lakukan sebagai bukti kasih itu?”

Kasih Harus Dibuktikan dengan Perbuatan

Dalam ayat 17-18, Yohanes membawa kasih kepada sesuatu yang sangat praktis. Jika seseorang memiliki kemampuan untuk menolong saudaranya yang sedang membutuhkan, tetapi menutup hatinya, bagaimana kasih Allah dapat tinggal di dalam dirinya? Karena itu, kasih tidak boleh berhenti pada perkataan. Kasih harus dinyatakan melalui perbuatan dan dalam kebenaran.

Ini menjadi panggilan penting bagi setiap jemaat. Kita tidak cukup hanya berkata, “Saya mengasihi saudara,” atau “Tuhan memberkati.” Jika kita melihat seseorang membutuhkan pertolongan dan kita mampu menolong, maka kasih mendorong kita untuk bertindak.

Mungkin kita dapat mengunjungi orang yang sedang sakit, mendengarkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, atau berdamai dengan orang yang selama ini memiliki masalah dengan kita.

Pesan untuk Kita

Minggu ini, marilah kita melakukan tiga hal sederhana. Pertama, hentikan kebencian dan pilih untuk mengasihi. Periksa hati kita dan berdamailah dengan seseorang yang masih kita simpan dalam kepahitan.

Kedua, teladanilah kasih Kristus yang berkorban. Lakukan satu kebaikan bagi saudara tanpa mengharapkan balasan.

Ketiga, buktikan kasih melalui perbuatan. Carilah seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan dan lakukan sesuatu yang nyata baginya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, hidup baru dalam Kristus harus terlihat dalam kehidupan kita. Jangan hanya membawa pulang firman Tuhan setelah ibadah, tetapi bawalah juga kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.

dengan yang terluka, berkorbanlah bagi yang membutuhkan, dan lakukan kasih melalui perbuatan nyata. Sebab kasih kepada saudara-saudara adalah salah satu tanda bahwa kita benar-benar hidup baru di dalam Kristus. Amin.
Download:
📖 Baca Dokumen Online
⬇️ Download Dokumen DOCX
Posting Komentar

Posting Komentar