LATAR BELAKANG
Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari kumpulan kitab Perjanjian Baru. Dari keseluruhan isinya, kitab Wahyu menceritakan situasi dan kondisi yang dialami oleh orang-orang Kristen pada masa itu. Diperkirakan kitab Wahyu ditulis pada abad pertama Masehi yakni antara tahun 90-96 M atas sekitar tahun 96 M. Masa ini adalah masa dimana Kaisar Domitianus memerintah sebagai Kaisar. Domitianus adalah putra dari Kaisar Vespasianus dan adik dari Kaisar Titus. Pada masa pemerintahannya perekonomian dan pertahanan kekaisaran Romawi sangat kuat. Pembangunan kota Roma sebagai kota metropolitan menjadi target utama. Memang pada masa pemerintahannya kota Roma mengalami perkembangan yang sangat pesat. Walau demikian. Domitianus merupakan Kaisar yang sangat kejam. la menganggap dirinya sebagai penguasa tunggal dalam pemerintahan sehingga harus dihormati dan disegani. Hal ini terbukti dimana suara senat pemerintahan dibungkamkan demi mengedepankan keinginannya. la juga sangat membenci orang-orang Kristen pada masa itu sehingga terjadi penganiayaan besar-besaran terhadap mereka. Penganiayaan ini ditandai dengan pemaksaan sumpah setia kepada kaisar dan pemujaan dewa-dewa Romawi. Mereka yang menolak akan ditangkap, disiksa, dan eksekusi.
| KALENDER GEREJAWI | MINGGU PASKAH II |
| PEMBACAAN ALKITAB | WAHYU 1 : 9 - 20 |
| TEMA | WAHYU TUHAN YESUS TENTANG MASA DEPAN |
PEMBAGIAN TEKS DAN PENJELASANNYA
Ayat 9-11, Situasi yang sungguh tidak aman bagi orang Kristen di Roma saat itu. firman Tuhan datang kepada Yohanes yang sementara berada di pembuangan di pulau Patmos. Sebagai seorang yang mengalami ketidak nyaman di pulau Patmos, Yohanes menguatkan orang-orang Kristen agar kuat menghadapi penganiayaan dan tetap setia percaya kepada Yesus. Penguatan ini merupakan hendak menandaskan bahwa sebagai sekutu Allah maka setiap orang Kristen harus memandang penganiayaan dalam perspektif yang berbeda, yakni penganiayaan itu tidak boleh melemahkan iman dan percaya mereka kepada Yesus, tetapi justru sebaliknya meneguhkan dan menguatkan mereka. Karena man tidak bertumbuh dalam kondisi atau situasi yang aman tetapi justru dalam situasi yang buruk dan genting. Disitulah, setiap orang Kristen diuji kekuatarn imannya. Yohanes tanpa segan-segan menujukkan bagaimana ia mampu bertahan saat berada di pulau Patmos sebagai seorang buangan. Dalam pembuangan itu, Yesus tidak meninggalkannya. Yesus, datang menjumpainya. Ayat 10 dengan tegas Yohanes memberi kesaksian tentang perjumpaannya dengan Yesus. “aku mendengar dari belakang suatu suara yang nyaring seperti bunyi sangkakala. katanya: apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.
Ayat 12-16, Yohanes bersaksi tentang perjumpaannya dengan Yesus. la bersaksi tentang kekudusan Yesus sebagai Anak Allah. Kekudusan yang penuh kemuliaan itu tampak dalam rupa seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas Kepala dan rambutnya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan matanya bagikan nyala api. Kakinya mengkilap bagikan tembaga membara dalam perapian, Suaranya bagikan desau air bah. Tangan kananya memegang tujuh bintang, dari mulutnya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahnya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Dari kesaksian ini Yohanes hendak menguatkan Orang-orang Kristen yang berada pada masa penganiayaan itu, bahwa Yesus yang mereka percaya, adalah Allah yang kudus dan berkuasa di bumi dan di sorga KemahakuasaanNya melampaui kemahakuasaan kaisar Domitianus. Yesus yang telah mati Adalah Allah yang sungguh-sungguh hidup.
Ayat 17-20, Yohanes menguatkan orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan agar tidak boleh takut dan gentar. Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Yesus yang disembah oleh umat Kristen adalah Allah yang hidup. Yesus memiliki otoritas penuh atas kematian dan alam maut. KemahakuasaanNya kekal selama-lamanya. Karena itu, para pemimpin atau penjaga spiritual dari masing- masing jemaat yakni ketujuh jemaat agar tetap menjaga kehidupan umat Kristen yang teraniaya, agar iman percaya mereka yang telah dibangun atas dasar kematian dan kebangkitan Kristus tetap tampak dalam setiap situasi yang dihadapi
PENERAPAN
- Iman Kristen adalah Iman yang berdasarkan pada kematian dan kebangkitan Kristus.
- Iman kepada Yesus sebagai Anak Allah yang hidup membutuhkan' komitmen yang sungguh dari setiap orang percaya.




Posting Komentar