LATAR BELAKANG
Mengapa Allah Bapa di sorga mengutus Anak-Nya Yesus Kristus ke dalam dunia untuk menderita sengsara, dituduh sebagai penjahat sehingga disalibkan. Jawabnya karena dosa pemberontakan manusia. Kebenaran ini disaksikan dalam Injil Yohanes 3 : 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya, kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Itulah sebabnya Yesus tidak mempertahankan diri-Nya sebagai Anak Allah, tetapi Ia mengosongkan diri, taat, menderita sengsara sampai mati di salib.
Mengapa Yesus harus disalibkan? Pada zaman kekuasaan Romawi, salib adalah cara atau bentuk penghukuman yang mutlak bagi seseorang yang dianggap, dituduh sebagai pemberontak atau penjahat. Selain itu, jika seseorang di hukum mati di salib, hal itu merupakan tanda ejekan dan tanda kutukan.
Apakah Yesus seorang pemberontak atau penjahat sehingga di hukum mati di salib? Yesus bukan seorang pemberontak atau penjahat. Tetapi tuduhan palsu yang membuat Yesus disalibkan adalah: Karena dosa membutakan mata manusia sehingga tidak mengenal Yesus sebagai utusan Allah Bapa ke dalam dunia. Sebab ajaran Yesus tentang kebenaran berbeda dengan kebenaran yang bersumber pada manusia. Karena Yesus dituduh menjadi ancaman untuk menjatuhkan kekuasaan pemerintah. Berdasarkan alasan-alasan ini, maka dibuatlah kesepakatan politik oleh penguasa Roma yang isinya menuduh Yesus menebarkan pengaruh pemberontakan, kejahatan, dan menentang pemerintah. Inilah tuduhan palsu yang ditujukan kepada Yesus. Atas dasar tuduhan ini, maka Yesus ditangkap dan di hukum mati di salib sebagai seorang penjahat, walaupun Ia Anak Allah yang diutus untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia dari hukuman dan kematian.
| KALENDER GEREJAWI | JUMAT AGUNG |
| PEMBACAAN ALKITAB | Markus:15:20b-32 |
| TEMA | KEPEDULIAN ALLAH DAN PENEBUSAN |
TEKS DAN PENJELASANNYA
Ayat 20b - 28. memberi kesaksian tentang proses perjalanan Yesus untuk disalibkan. Sesudah Imam-imam kepala, tua tua bangsa Yahudi, ahli Taurat, dan seluruh Mahkamah Agama Yahudi bersepakat Yesus di hukum mati, mereka lalu membawa Yesus kepada Pilatus sebagai gubernur Romawi yang memerintah Yudea dan Samaria (tahun 26-36 M).
Pada masa pemerintahan kaisar Tiberius (tahun 14-37 M), supaya kesepakatan mereka disahkan. Lalu Yesus dibawa untuk disalibkan. Pada saat Yesus hendak disalibkan, ada Peristiwa-peristiwa penting yang dialami Yesus menuju salib yaitu : Karena salib yang dipikul amat berat, maka prajurit Romawi memaksa Simon dari Kirene memikul salib Yesus. Sebelum Yesus disalibkan, Ia diberi anggur bercampur mur, tetapi Yesus menolak. Dalam kebiasaan, orang yang mau disalibkan selalu diberi anggur bercampur mur. Ini menjadi semacam obat bius untuk mengurangi rasa sakit. Tetapi, Yesus menolak meminumnya. Sebab Yesus sadar, Allah Bapa mengutus-Nya untuk menderita. Yesus tidak boleh menghindari penderitaan, Yesus harus menjalani penderitaan dan penyaliban. Penderitaan adalah tugas yang harus dijalani untuk menebus dosa manusia. Demikian pula, menurut kebiasaan, orang yang di hukum mati di salib, pakaiannya atau barang-barang miliknya dibagikan kepada para prajurit. Hal ini dimaksudkan sebagai penggenapan nubuat dalam Mazmur 22:19, “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Tetapi makna yang berhubungan dengan diri-Nya sebagai Anak Allah, yaitu dengan menanggalkan pakaian-Nya, Yesus menyatakan kesediaan-Nya, kerelaan-Nya menerima penderitaan dan penghinaan untuk keselamatan manusia.
Mengapa Yesus di hukum mati? Karena disebut “Raja orang Yahudi.” Hal ini dianggap berlawanan dengan ajaran yang disahkan mahkamah agama dan sistem kekuasaan bangsa Yahudi. Artinya, manusia tidak boleh menyamakan diri dengan Allah, dan tidak boleh ada raja lain. Ini yang dijadikan tuduhan bagi Yesus ketika di hadapan Pilatus (Mrk 15:2, 3), walaupun tuduhan ini tidak benar. Karena memang Dialah Raja orang Yahudi. Selain Yesus, ada dua orang penjahat yang disalibkan, yaitu Dismas-kanan dan Gestas-kiri (nama mereka tertulis dalam Injil Nikodemus, yang ditulis abad ke-4). Ini menggenapi nubuat, “Ia akan terhitung di antara Orang-orang durhaka” (ayat 28), walaupun Ia bukan orang durhaka.
Ayat 29 - 32, beraksi tentang Yesus di hujat. Kata hujat berarti. dicela, difitnah diejek. Diolok-olok. Hujatan kepada Yesus antara lain: Engkau mau merubuhkan Bait Suci dan membangun kembali dalam tiga hari? turun dari salib selamatkan diri-Mu. orang lain la selamatkan tetapi diri-Nya tidak dapat Ia selamatkan.
PENERAPAN
Salib sebagai tanda penghukuman, tetapi dibaharui oleh Yesus menjadi tanda kasih-Nya, pengampunan dan penyelamatan bagi umat manusia. Salib melambangkan pengorbanan Yesus untuk menebus dosa manusia. Yesus Kristus menebus segala dosa kita, menggantikan posisi kita yang patut di hukum mati. Markus memberi kesaksian tentang Yesus disalibkan merupakan perjalanan hidup Yesus supaya rencana Allah Bapa digenapi. Jika jalan ini tidak dilalui Yesus, maka rencana penyelamatan Allah tidak akan terwujud. Itulah sebabnya, bagi Markus peristiwa Yesus disalibkan bermakna untuk membangun kesadaran hidup sebagai orang yang telah diselamatkan, pembaruan hidup atau pertobatan dan hidup dalam iman yang benar. Dua orang yang tersalib. bersama Yesus, Dismas dan Gestas, adalah mewakili diri kita, manusia dan dunia yang memberontak, yang melakukan kejahatan, tetapi Yesus mengampuni salah satu dari mereka, yaitu Dismas, karena menyadari, mengakui kejahatannya maka diampuni Yesus. Kita juga belajar untuk tidak hidup terus dalam kejahatan, tetapi hidup dan melakukan kebenaran supaya kita diampuni. Kita harus terus hidup dalam kebenaran Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Kita harus bersedia mengakui salah dan dosa kita supaya pengampunan Allah berlaku atas kita. Sebagai umat yang telah diampuni dari dosa dan diselamatkan Yesus di salib, tugas kita yang tidak boleh diabaikan adalah terpanggil untuk beritakan salib kepada setiap orang melalui hidup dan perbuatan kita. Sebab salib adalah tanda kasih Allah dan pengampunan dosa. Amin.




Posting Komentar