PENGANTAR
Hari Minggu 14 Desember adalah hari ke-348, triwulan IV Oktober- November-Desember 2025, minggu ke-50, Minggu Adven ke-3. Fokus tahun pelayanan 2025, yaitu “kesehatian”, yang dimaksud dengan tahun kesehatian adalah “penekanan kepada sinergitas pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan Ketaatan Iman.” Tema triwulan IV adalah “Sehati Menyambut Tuhan dan Memuliakan-Nya” dan tema khusus bulan Desember “Penyembahan sebagai Persembahan Eskatologis dan maranatha”, Firman Tuhan untuk kita pada Minggu Adven ke-3 dari Markus 1:1-8 dengan tema tekstual “Yohanes Pembaptis dan Kedatangan Mesias”
| KALENDER GEREJAWI | MINGGU ADVEN III |
| PEMBACAAN ALKITAB | Markus 1:1-8 |
| TEMA | YOHANES PEMBAPTIS DAN KEDATANGAN MESIAS |
PENJELASAN TEKS
Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi,
Apa respon saudara ketika mendengar seruan/himbauan/peringatan “ Bertobatlah !”. Biasa saja karena sudah sering mendengar ungkapan tersebut atau … perlu melakukan suatu tindakan?. Menurut saudara perlukah kita bertobat?. Sangat perlu !. Siapa yang perlu bertobat?. Semua manusia, termasuk kita. Mengapa? Sebab setiap kita membutuhkan keselamatan dari Allah.
Bisakah keselamatan diperoleh tanpa pertobatan?. Betul, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan bagi manusia. Keselamatan bukan merupakan amal/pahala/hasil usaha manusia. Tetapi jangan lupa…, percaya pada Tuhan tentu tidak hanya kata-kata semata, percaya perlu diwujudkan juga lewat tindakan yang nyata. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.
Yohanes Pembaptis sebagai utusan Tuhan, tampil dan menyerukan seruan pertobatan kepada umat Tuhan : “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (ayat 4). Seruan ini diawali dengan ungkapan : “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah”.
Injil artinya kabar baik. Kabar baik tentang Yesus Kristus, tentang Mesias sang Penyelamat yang adalah anak Allah. Kata “anak” menjelaskan bahwa Yesus Kristus benar-benar manusia. Sebagai anak, IA ada dalam relasi dengan Bapa-Nya.
Yohanes Pembaptis berperan dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang utusan/suruhan, yang tugasnya adalah “mempersiapkan jalan”. Yohanes Pembaptis bukan menjadi pusat berita tetapi Allah di dalam Yesus Kristus yang menjadi pusat perhatian dan pemberitaan Yohanes Pembaptis.
Yohanes Pembaptis menyadari bahwa dalam melakukan tugas sebagai utusan, ia tidak memiliki kuasa tetapi kuasa itu datang justru dari DIA yang menjadi pusat pemberitaannya. Yohanes Pembaptis sadar akan tugasnya dan keberadaannya sebagai seorang utusan, karena itu pada ayat 7 dikatakan “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”.
Apa respon umat ketika lampau, saat mendengar seruan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis?. Apakah mereka cuek/tidak peduli/malas tahu/pura- pura tidak tahu ataukah merespon dengan positif dan baik?. Pada ayat 5 tertulis : “datanglah orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya”. Artinya, mereka tidak mengeraskan hati, tetapi mau merespon anugerah Allah yang tersedia, dengan memberi diri lewat pengakuan dosa lalu dibaptis.
PENERAPAN
Yohanes Pembaptis juga menegaskan bahwa “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi IA akan membaptis kamu dengan Roh Kudus”. Apa maksudnya ungkapan ini?. Ungkapan ini tidak memberi pengertian secara harafiah bahwa ada pembaptisan dengan Roh Kudus. Tetapi maksudnya adalah secara tersirat pernyataan Yohanes Pembaptis menunjuk pada relasi Bapa dan Anak dan Roh Kudus, sekalipun peristiwa pencurahan Roh Kudus belum dinyatakan. Roh itu yang memampukan Yohanes Pembaptis melaksanakan tugasnya sebagai seorang utusan, Roh itu juga yang menggerakan umat untuk merespon anugerah Tuhan sehingga bertobat dan dibaptis, Roh itu juga akan memberi pengertian kepada umat tentang pertobatan dan keselamatan, Roh itu juga yang akan memenuhi kehidupan mereka untuk selalu hidup di dalam Tuhan. Amin




Posting Komentar