Pendahuluan
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu membuat banyak keluarga mengisi waktu dengan menanam bunga dan tanaman hias. Ada bunga yang keindahannya bisa dinikmati lama, ada pula bunga yang hanya mekar sebentar lalu layu.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: hidup manusia pun seperti bunga di padang. Indah sebentar, lalu lenyap.
1. Hidup Manusia Singkat Seperti Bunga
"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang, demikianlah ia berbunga. Apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi." (Mazmur 103:15-16)
Contoh bunga berumur pendek:
- Bunga pukul empat 🌸 hanya mekar sore hingga pagi.
- Bunga pukul delapan 🌼 hanya mekar 4 jam di pagi hari.
- Bunga buah naga 🌙 hanya mekar di malam hari.
- Bunga teratai 🌺 mekar pagi lalu menguncup sore.
- Bunga wijaya kusuma 🌹 mekar hanya satu malam lalu layu.
Demikianlah kehidupan manusia. Singkat, rapuh, dan cepat berlalu.
2. Kasih Setia Tuhan yang Kekal
"Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia..." (Mazmur 103:17)
Kyle M. Yates, Jr. berkata: kasih setia Tuhan yang kekal berbeda sekali dengan keadaan manusia yang fana. Kasih ini berlaku bagi mereka yang merespon dengan takut dan hormat kepada Tuhan.
3. Hidup dengan Perspektif Kekekalan
Kalau hidup manusia hanya sementara, apa yang harus kita lakukan?
- Jangan terlalu melekat pada dunia yang sementara.
- Hidup dalam takut akan Tuhan dan hormat pada perjanjian-Nya.
- Nikmati hidup sebagai anugerah, sambil menaruh harapan pada kasih setia-Nya yang kekal.
Kesimpulan
Saudara, kita ini seperti bunga di padang: cepat mekar, cepat layu. Tetapi syukur kepada Allah, kasih setia-Nya kekal selamanya.
Karena itu, jangan takut menghadapi kefanaan hidup ini. Kematian sekalipun tidak bisa merampas sukacita kita di dalam Tuhan.
Amin.




Posting Komentar