Bacaan: Imamat 25:35-55
Minggu, 28 September 2025
Tema: Berlaku Adil bagi Semua Orang Tanpa Mencari Keuntungan
Pendahuluan
Shalom, selamat pagi/siang Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Hidup kita sering kali diwarnai dengan ketidakadilan. Ada orang yang hidup berkelimpahan, sementara yang lain hidup berkekurangan. Ada yang bisa menguasai harta, tanah, bahkan menguasai orang lain. Tetapi Firman Tuhan hari ini menegaskan: Allah tidak menghendaki umat-Nya hidup dalam penindasan, melainkan dalam keadilan, kebebasan, dan solidaritas.
Dalam Imamat 25, Tuhan memberi hukum tentang tahun Sabat dan tahun Yobel. Tujuannya jelas: supaya umat-Nya belajar bahwa semua berkat datang dari Tuhan. Tanah, harta, dan hidup ini bukan milik manusia, melainkan milik Allah. Manusia hanya pengelola. Karena itu, orang miskin harus ditolong, bukan diperas. Orang yang jatuh harus diangkat, bukan ditindas.
Isi
Ada beberapa hal yang penting dari bacaan kita:
- Menolong tanpa mencari keuntungan (ay. 35–38).
Tuhan berfirman: jika saudaramu jatuh miskin, engkau harus menopangnya. Itu artinya kasih dan solidaritas lebih penting daripada keuntungan pribadi. Pinjaman tidak boleh dengan bunga atau riba, sebab itu berarti mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.
- Sesama bukan budak, melainkan saudara (ay. 39–46).
Kalau ada orang Israel yang miskin lalu menjual dirinya, ia tidak boleh diperbudak, hanya boleh dianggap pekerja kontrak sementara. Pada waktunya, ia harus dibebaskan. Pesannya jelas: martabat manusia harus dijaga. Dalam jemaat, kita tidak boleh memperlakukan sesama berdasarkan status sosial atau ekonomi, tetapi sebagai saudara seiman.
- Allah memberi jalan keadilan bagi yang lemah (ay. 47–54).
Kalau ada orang Israel yang menjual dirinya kepada orang asing, keluarganya berhak menebus dia. Bahkan kalau tidak ada yang menebus, tahun Yobel akan menjamin kebebasan itu. Artinya, Allah selalu menyediakan jalan keadilan bagi umat-Nya.
- Identitas kita adalah hamba Allah (ay. 55).
Inilah dasar dari semuanya: umat Israel bukan milik manusia, tetapi milik Allah yang sudah menebus mereka dari Mesir. Begitu juga kita, melalui Yesus Kristus kita ditebus dengan darah yang mahal. Karena itu, kita tidak boleh saling memperbudak, melainkan saling melayani dalam kasih.
Penerapan
Firman ini sangat relevan dengan hidup kita sekarang.
- Di tengah dunia yang sering hanya mementingkan keuntungan, kita dipanggil untuk berbeda: menolong tanpa menindas.
- Di tengah masyarakat yang masih membeda-bedakan orang karena harta atau status, kita dipanggil untuk memperlakukan semua orang sebagai saudara.
- Dan ketika kita melihat ada orang yang terpinggirkan, kita diingatkan bahwa Allah sendiri berdiri di pihak mereka.
Penutup
Saudara-saudara, kita semua sudah ditebus oleh Kristus. Yesus adalah Goel kita, Penebus kita, yang datang bukan untuk mengambil keuntungan, melainkan untuk memberi hidup-Nya. Karena itu, marilah kita juga hidup saling peduli, saling menopang, dan berlaku adil tanpa mencari keuntungan. Itulah wujud nyata iman kita kepada Tuhan.
Amin.



Posting Komentar