Bookmark

Waktu Untuk Anak

Pembacaan AlkitabLukas 18:15-17

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Di zaman yang serba sibuk ini, salah satu hal yang paling langka bukanlah uang, bukan pula teknologi, melainkan waktu. Banyak orang tua bekerja dari pagi hingga malam. Banyak keluarga tinggal dalam satu rumah tetapi jarang berbicara satu sama lain. Tidak sedikit anak yang memiliki banyak fasilitas, tetapi kekurangan perhatian dan kebersamaan dengan orang tuanya.

Ketika berbicara tentang anak-anak, sering kali kita berpikir bahwa mereka masih kecil dan belum memahami banyak hal. Namun Yesus memiliki pandangan yang berbeda. Dalam Lukas 18:15-17, kita melihat bagaimana Yesus memberikan perhatian yang sangat besar kepada anak-anak. Ketika murid-murid mencoba menghalangi mereka datang kepada Yesus, Tuhan justru berkata, "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku."

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa anak-anak memiliki tempat yang sangat istimewa di hati Tuhan. Karena itu tema firman Tuhan hari ini adalah "Waktu Untuk Anak."

Ilustrasi waktu untuk anak

1. Anak-anak Membutuhkan Kehadiran, Bukan Sekadar Pemberian

Alkitab mencatat bahwa orang-orang membawa anak-anak mereka kepada Yesus agar Ia menjamah dan memberkati mereka.

Hal yang menarik adalah mereka tidak membawa anak-anak itu kepada Yesus untuk mendapatkan hadiah atau materi. Mereka membawa anak-anak itu agar mengalami sentuhan dan kehadiran Sang Juruselamat.

Ini mengingatkan kita bahwa kebutuhan terbesar seorang anak bukanlah benda-benda mahal, melainkan kehadiran orang-orang yang mengasihi mereka.

Sering kali orang tua berpikir bahwa kasih dapat digantikan dengan fasilitas. Anak diberikan mainan, telepon genggam, pakaian bagus, atau berbagai kebutuhan lainnya. Semua itu memang penting, tetapi tidak dapat menggantikan waktu bersama.

Anak-anak mungkin tidak akan selalu mengingat berapa banyak uang yang kita habiskan untuk mereka, tetapi mereka akan mengingat apakah kita pernah mendengarkan cerita mereka, menemani mereka belajar, bermain bersama mereka, dan berdoa bersama mereka.

Kehadiran memberikan rasa aman. Kehadiran memberikan kasih. Kehadiran menunjukkan bahwa mereka berharga.

Yesus memberikan teladan dengan menyediakan waktu bagi anak-anak meskipun Ia sedang melayani banyak orang.

Jika Yesus yang begitu sibuk masih menyediakan waktu bagi anak-anak, bukankah kita juga perlu melakukan hal yang sama?

2. Anak-anak Adalah Karunia yang Dipercayakan Tuhan

Ketika Yesus berkata, "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku," Ia sedang menunjukkan betapa berharganya anak-anak di mata Allah.

Anak bukanlah beban. Anak bukanlah penghalang kesuksesan. Anak adalah karunia yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga.

Sering kali orang tua terlalu fokus pada pekerjaan, pelayanan, atau urusan lainnya sehingga lupa bahwa salah satu pelayanan terbesar yang Tuhan berikan adalah membesarkan anak-anak dengan kasih dan takut akan Tuhan.

Waktu yang hilang bersama anak tidak dapat diputar kembali.

Masa kecil berlangsung sangat cepat. Hari ini mereka masih ingin digendong, beberapa tahun kemudian mereka sudah bersekolah, dan tidak lama lagi mereka akan tumbuh dewasa.

Karena itu setiap momen bersama anak adalah kesempatan yang berharga.

Tuhan mempercayakan anak-anak kepada orang tua bukan hanya untuk dipelihara secara fisik, tetapi juga untuk dibentuk secara rohani dan karakter.

Mereka membutuhkan teladan hidup yang baik.

Mereka membutuhkan orang tua yang hadir, mendengar, mengarahkan, dan mendoakan mereka.

3. Anak-anak Perlu Dibawa Kepada Yesus

Orang-orang dalam kisah ini melakukan sesuatu yang sangat benar. Mereka membawa anak-anak kepada Yesus.

Di zaman sekarang, membawa anak kepada Yesus berarti memperkenalkan mereka kepada firman Tuhan sejak dini.

Anak-anak perlu belajar berdoa.
Anak-anak perlu mengenal kasih Tuhan.
Anak-anak perlu dibimbing untuk membaca Alkitab.
Anak-anak perlu diajak beribadah dan bersekutu.

Tugas ini tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada gereja atau sekolah minggu. Orang tualah yang memiliki tanggung jawab utama.

Banyak orang tua bekerja keras mempersiapkan masa depan pendidikan anak, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan rohani mereka.

Padahal keberhasilan sejati bukan hanya memiliki pendidikan tinggi atau karier yang baik, melainkan memiliki hati yang takut akan Tuhan.

Salah satu hadiah terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak adalah membawa mereka semakin dekat kepada Kristus.

Ketika anak mengenal Tuhan sejak kecil, mereka memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

4. Belajar dari Kesederhanaan Iman Anak-anak

Yesus berkata:

"Barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Perkataan ini menunjukkan bahwa bukan hanya anak-anak yang belajar dari orang dewasa, tetapi orang dewasa juga perlu belajar dari anak-anak.

Apa yang dapat kita pelajari?

  1. a. Anak-anak percaya dengan tulus
    Mereka percaya kepada orang yang mereka kasihi tanpa banyak keraguan. Demikian pula Tuhan ingin kita percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati.
  2. b. Anak-anak bergantung kepada orang tuanya
    Mereka menyadari keterbatasan mereka. Orang percaya juga harus menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat melakukan apa-apa.
  3. c. Anak-anak mudah menerima kasih
    Mereka datang kepada orang yang mengasihi mereka tanpa rasa curiga. Tuhan ingin kita datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka.

Terkadang semakin dewasa seseorang, semakin sulit ia percaya kepada Tuhan karena terlalu mengandalkan kemampuan sendiri.

Yesus mengingatkan bahwa sikap hati seorang anak merupakan teladan bagi kehidupan rohani kita.

5. Waktu yang Kita Berikan Akan Menentukan Masa Depan Mereka

Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi terutama dari apa yang kita lakukan.
Jika mereka melihat orang tua berdoa, mereka belajar berdoa.
Jika mereka melihat orang tua menghormati Tuhan, mereka belajar menghormati Tuhan.
Jika mereka melihat kasih dalam keluarga, mereka belajar mengasihi.
Sebaliknya, jika mereka melihat pertengkaran, kemarahan, dan ketidakpedulian, mereka juga akan menyerap hal-hal tersebut.

Karena itu, waktu yang kita berikan kepada anak bukan sekadar kebersamaan, tetapi investasi rohani yang akan mempengaruhi masa depan mereka.

Mungkin hari ini kita merasa lelah setelah bekerja seharian. Namun beberapa menit untuk mendengarkan cerita anak, mendoakan mereka sebelum tidur, atau membaca firman Tuhan bersama dapat menjadi kenangan yang membentuk hidup mereka selamanya.

Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang hadir.

Penutup

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Melalui Lukas 18:15-17, kita belajar bahwa anak-anak memiliki tempat yang sangat istimewa di hati Yesus.

Firman Tuhan mengajarkan beberapa hal penting:

  1. Anak-anak membutuhkan kehadiran lebih daripada pemberian.
  2. Anak-anak adalah karunia yang dipercayakan Tuhan.
  3. Anak-anak perlu dibawa kepada Yesus.
  4. Orang dewasa dapat belajar dari iman anak-anak.
  5. Waktu yang diberikan kepada anak akan membentuk masa depan mereka.

Di tengah kesibukan hidup, jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk hadir dalam kehidupan anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita.

Mungkin kita tidak dapat memberikan segala sesuatu yang mereka inginkan, tetapi kita dapat memberikan sesuatu yang sangat berharga: perhatian, kasih, teladan, doa, dan waktu.

Kiranya setiap orang tua, kakek-nenek, guru, pelayan anak, dan seluruh jemaat menyadari bahwa melayani anak-anak adalah bagian penting dari pekerjaan Tuhan.

Dan kiranya suatu hari nanti, ketika anak-anak itu bertumbuh dewasa, mereka dapat berkata bahwa melalui waktu, kasih, dan teladan yang diberikan kepada mereka, mereka semakin mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
Posting Komentar

Posting Komentar