| Pembacaan Alkitab | 1 Raja-raja 17:1-16 |
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan,
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Ada kalanya kita menghadapi persoalan ekonomi, masalah keluarga, sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, atau ketidakpastian tentang masa depan. Dalam keadaan seperti itu, sering muncul pertanyaan dalam hati: Apakah Tuhan masih memperhatikan saya? Apakah Tuhan masih memelihara hidup saya?
Pertanyaan seperti ini bukan hanya dialami oleh orang-orang zaman sekarang. Pada zaman nabi Elia pun, bangsa Israel mengalami masa yang sangat sulit. Raja Ahab telah membawa bangsa itu menjauh dari Tuhan dan menyembah Baal. Sebagai hukuman atas ketidaktaatan mereka, Tuhan menahan hujan sehingga terjadi kekeringan yang hebat di seluruh negeri.
Di tengah situasi yang penuh kesulitan tersebut, Tuhan menunjukkan bahwa Dia tetap memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya. Kisah dalam 1 Raja-raja 17:1-16 mengajarkan kepada kita bahwa meskipun keadaan sekitar tampak tidak memungkinkan, Tuhan sanggup menjaga dan memelihara umat-Nya.
Tema kita hari ini adalah "Tetap Terpelihara."
1. Pemeliharaan Tuhan Dimulai dengan Ketaatan
Setelah menyampaikan firman Tuhan kepada Raja Ahab, Elia menerima perintah dari Tuhan untuk pergi ke Sungai Kerit.
Tuhan berkata bahwa Elia akan minum dari sungai itu dan burung-burung gagak akan membawakan makanan baginya.
Secara manusiawi, perintah ini mungkin terdengar aneh. Bagaimana mungkin seekor burung gagak dapat menjadi alat pemeliharaan Tuhan? Namun Alkitab mencatat bahwa Elia taat kepada perintah Tuhan.
Kunci pertama untuk mengalami pemeliharaan Tuhan adalah ketaatan.
Sering kali kita ingin melihat mujizat terlebih dahulu baru mau taat. Namun Tuhan sering bekerja dengan cara yang berbeda. Ia meminta kita taat terlebih dahulu, kemudian kita akan melihat karya-Nya.
Ketika Tuhan membuka jalan, belum tentu jalan itu sesuai dengan logika manusia. Ketika Tuhan memberi petunjuk, belum tentu petunjuk itu mudah dipahami. Namun orang yang percaya kepada Tuhan belajar untuk mengikuti kehendak-Nya.
Elia tidak mempertanyakan bagaimana gagak akan datang atau dari mana makanan itu berasal. Ia hanya melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Demikian pula dalam kehidupan kita. Ketika Tuhan meminta kita tetap setia, tetap berdoa, tetap melayani, tetap hidup benar, dan tetap berharap kepada-Nya, tugas kita adalah taat. Tuhan akan mengurus bagian yang tidak mampu kita kerjakan.
2. Tuhan Dapat Memakai Cara yang Tidak Terduga
Alkitab mencatat bahwa setiap pagi dan petang gagak membawa roti dan daging kepada Elia.
Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Burung gagak dikenal sebagai burung yang hidup mencari makan untuk dirinya sendiri. Namun Tuhan memakai makhluk yang sederhana itu untuk memelihara nabi-Nya.
Hal ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak terbatas oleh cara-cara manusia.
Kadang-kadang kita berpikir bahwa pertolongan Tuhan harus datang dari tempat tertentu atau melalui orang tertentu. Kita memiliki gambaran sendiri tentang bagaimana Tuhan seharusnya bekerja.
Namun Tuhan sering kali bekerja melalui cara yang tidak pernah kita bayangkan.
Tuhan dapat memakai seorang sahabat untuk menguatkan kita.
Tuhan dapat memakai sebuah kesempatan kecil untuk membuka pintu yang besar.
Tuhan dapat memakai seseorang yang tidak kita kenal untuk menolong kita.
Tuhan bahkan dapat memakai keadaan yang sulit untuk mendatangkan berkat yang lebih besar.
Karena itu jangan membatasi Tuhan dengan pemikiran kita. Dia adalah Allah yang kreatif dan berkuasa atas segala sesuatu.
Jika Tuhan dapat memakai gagak untuk memberi makan Elia, maka Tuhan juga mampu memakai berbagai cara untuk memelihara hidup kita hari ini.
3. Pemeliharaan Tuhan Tidak Selalu Berarti Bebas dari Kesulitan
Ada satu hal penting yang perlu kita pahami. Pemeliharaan Tuhan tidak berarti hidup tanpa masalah.
Di Sungai Kerit, Elia tetap menghadapi kekeringan yang sama seperti orang lain. Bahkan suatu saat sungai itu mengering karena tidak ada hujan.
Mungkin Elia berpikir bahwa tempat itu akan menjadi tempat perlindungan yang permanen. Namun ternyata Tuhan memiliki rencana berikutnya.
Sering kali kita menganggap bahwa jika Tuhan memelihara kita, maka semua masalah harus segera hilang. Namun kenyataannya Tuhan sering memelihara kita di tengah masalah, bukan dengan menghilangkan masalah itu seketika.
Pemeliharaan Tuhan berarti kehadiran-Nya menyertai kita dalam setiap keadaan.
Daud berkata dalam Mazmur 23 bahwa sekalipun ia berjalan dalam lembah kekelaman, Tuhan tetap menyertainya.
Perhatikan bahwa Tuhan tidak selalu menghindarkan kita dari lembah, tetapi Tuhan berjalan bersama kita melewati lembah itu.
Demikian pula dengan Elia. Ketika Sungai Kerit mengering, Tuhan sudah menyiapkan langkah berikutnya.
Tuhan tidak pernah terlambat. Sebelum satu pintu tertutup, Tuhan telah menyediakan pintu yang lain.
4. Tuhan Memelihara Melalui Kesetiaan yang Kecil
Setelah sungai itu mengering, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat. Di sana Tuhan telah menetapkan seorang janda untuk memeliharanya.
Ketika Elia tiba, ia bertemu dengan seorang janda yang sangat miskin. Janda itu hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak. Ia bahkan sedang mempersiapkan makanan terakhir bagi dirinya dan anaknya sebelum mereka mati kelaparan.
Secara manusiawi, orang ini tampaknya bukan pilihan yang tepat untuk menjadi penolong Elia.
Namun Tuhan melihat apa yang manusia tidak lihat.
Ketika Elia meminta makanan, janda itu memilih untuk percaya kepada firman Tuhan yang disampaikan melalui nabi-Nya.
Imannya terlihat melalui tindakan yang sederhana tetapi penuh keberanian.
Ia memberikan terlebih dahulu kepada Elia, meskipun persediaannya sangat sedikit.
Karena ketaatannya, Tuhan melakukan mujizat. Tepung dalam tempayan tidak habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang sampai Tuhan menurunkan hujan kembali.
Pelajaran penting bagi kita adalah bahwa Tuhan sering memulai mujizat-Nya dari tindakan iman yang kecil.
Banyak orang menunggu memiliki banyak sebelum memberi kepada Tuhan.
Banyak orang menunggu situasi sempurna sebelum melayani Tuhan.
Namun janda di Sarfat mengajarkan bahwa iman sejati tetap percaya meskipun keadaan terlihat terbatas.
Tuhan tidak melihat seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar kita mempercayai-Nya.
5. Tuhan Memelihara Sampai Waktu-Nya Digenapi
Mujizat tepung dan minyak tidak terjadi hanya satu hari. Tuhan memelihara Elia, janda itu, dan anaknya selama masa kekeringan berlangsung.
Setiap hari mereka melihat bukti kesetiaan Tuhan.
Setiap pagi mereka menemukan bahwa tepung masih ada.
Setiap hari mereka melihat bahwa minyak belum habis.
Ini menunjukkan bahwa pemeliharaan Tuhan bukan hanya sesekali, melainkan berlangsung terus-menerus.
Tuhan tidak hanya memberi kita kekuatan untuk hari ini. Dia juga menyediakan anugerah untuk hari esok.
Sering kali kita khawatir tentang masa depan. Kita bertanya-tanya bagaimana kebutuhan kita akan terpenuhi, bagaimana keluarga kita akan dijaga, dan bagaimana kita akan menghadapi tantangan yang ada.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang memelihara kemarin adalah Tuhan yang sama yang memelihara hari ini dan akan memelihara hari esok.
Kesetiaan-Nya tidak berubah.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Melalui kisah Elia dan janda di Sarfat, kita belajar bahwa Tuhan adalah Allah yang tetap memelihara umat-Nya.
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita pegang:
- Pemeliharaan Tuhan dimulai dengan ketaatan.
- Tuhan dapat memakai cara-cara yang tidak terduga.
- Pemeliharaan Tuhan tidak berarti hidup tanpa kesulitan.
- Tuhan menghargai iman dan kesetiaan yang kecil.
- Tuhan memelihara sampai rencana-Nya digenapi.
Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang menghadapi "musim kekeringan" dalam hidup. Mungkin secara ekonomi, kesehatan, keluarga, atau pelayanan, keadaan terasa berat.
Ingatlah bahwa Tuhan yang memelihara Elia di Sungai Kerit dan janda di Sarfat adalah Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini.
Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Dia mengetahui kebutuhan kita bahkan sebelum kita memintanya. Dan pada waktu-Nya yang sempurna, Dia akan menunjukkan pemeliharaan-Nya dengan cara yang ajaib.
Karena itu, tetaplah percaya, tetaplah taat, dan tetaplah berharap kepada Tuhan. Sebab di tangan-Nya, kita akan tetap terpelihara.
Amin.



Posting Komentar