Bookmark

Khotbah : Ciuman Maut Yudas

PENGANTAR

Kita mencapai hari minggu terakhir dalam triwulan 1 Januari-Februari-Maret 2025, saat ini kita sudah mencapai hari ke-89, minggu ke-13, bulan Maret. Kita sudah memasuki minggu sengsara ke-5. Fokus tahun pelayanan 2025, yaitu "kesehatian", yang dimaksud dengan tahun kesehatian adalah "penekanan kepada sinergitas pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian Ketekunan, Kesetiaan dan Ketaatan Iman." Dan tema triwulan I adalah "Sehati Dalam Hikmat Allah Menyembah Bapa, Anak dan Roh Kudus" dan Firman bersamaan untuk minggu sengsara ke-5 dari Matius 26:47-56, kita mendapatkan pelajaran yang unik tentang situasi Ciuman adalahh isyarat ritual, formal atau simbolis yang menunjukan pengabdian, rasa hormat atau sakramen. Saat ini ciuman telah menjadi ungkapan umum perasaan kasih sayang pada banyak budaya di berbagai belahan dunia. Namun tidak selamanya ciuman menunjukan ungkapan perasaan hormat atau kasih sayang atau cinta seorang sahabat melainkan sebaliknya menunjukan tanda sandi "Menyerahkan untuk di tangkap seperti yang digambarkan dalam Tema: Ciuman Maut yang terangkum dari teks bacaan kita kisah Sang guru Yesus dan Yudas salah satu dari dua belas murid Yesus.

ilustrasi ciuman maut yudas

PENJELASAN TEKS

47-49 Di ayat ini kita dapati Yudas salah seorang dari dua belas murid Yesus datang menyapa Yesus bersama dengan serombongan orang yang membawah pedang dan pentung disuruh oleh Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Di ayat ini Yudas menyampaikan satu tanda untuk menangkap Yesus yaitu:" Orang yang akan kucium, itulah Dia tangkaplah Dia “Dan segera Yudas maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi."

Lalu Yudas Mencium Yesus. Kata yang dipakai dalam bahsa Yunani yaitu: “Filein” yang merupakan kata biasa bagi sebuah Ciuman. Tetapi dalam teks ini diceritakan Yudas mencium Yesus. kata yang dipakai ialah: "Kata Filein” yang biasa dipakai untuk ciuman seorang kekasih yang berarti mencium berkali-kali dan dengan penuh gairah. Ciuman yang harus menjadi bkti kasih seorang murid kepada gurunya dipakai Yudas menunjukan Target yang harus ditangkap. Yudas masih menunjukan rasa Hormatnya sebelum mencium Yesus, la menyapa rasa hormatnya sebelum mencium Yesus, la menyapa Yesus" Salam Rabi Yudas bersikap manis padahal menyimpang kebusukan yaitu penghianat seorang murid kepada Yesus gurunya. Yudas melakukan pencitraan dihadapan rekan-rekan muridnya yang lain Yudas bisa berpura-pura dan munafik, tapi tidak dihadapan Yesus. Yesus mengetahui kebusukan kemunafikan dan pengkhinatan Yudas.

Ayat 50. "Hai teman, untuk itukah engkau datang? Yesus mengingatkan Yudas akan relasinya yang sangat dekat dengan Yudas. Tapi Yudas tidak tersentuh. Cinta Yudas adalah cinta yang palsu,munafik. Sikap Yudas sekaligus menunjukan sungguh penderitan Yesus merupakan suatu trgedy yang utuh atau komplit dimana Yesus tidak saja menderita secara fisik diludahi, dilukai.dicambuk juga ditusuk. Yesus juga menderita secara psikis dihina.difitnah dan dihianati oleh oaring-oang dekat-Nya. Yudas menjual dan meninggalkan-Nya, Petrus menyangkal-Nya semua muridpun meninggalkan-Nya Taman Getsemani yang sunyi menjadi saksi Yesus menjalani jalan Viadolorosa dalam kesendirian.

Ayat 51-54. Pada ayat-ayat ini Petrus salah seorang dari 12 murid tampil sebahgai pembela bagi yang dicintainya. la menghunus pedang dan memotong telinga Imam besar. Yesus meneggur dan mengingatkan Petrus bahwa la memiliki kuasa untuk melawan para Prajurit. Tapi Yesus memilih taat dan berkorban untuk menggenapi karya Allah bagi penebusan untuk keselamatan manusia dan itulah jalan pilihan yang Yesus harus lalui. Petrus jangan gegabah karna siapa yang menggunakan pedang akan binasa dengan pedang. Kita tahu Petrus seorang murid yang menonjol dari murid lainya Ia pernah berikrar untuk siap mati bagi Yesus dengan berkata Imannya sekali-kali tidak akan tergoncang. tapi kesaksian alkitab Petrus tidak mampu mempertahankan Imannya melaingkan menyangkal Yesus gurunya.

Katafile 55-56. Teguran Yesus kepada orang-orang utusan para imam-mam yang datang menangkap-Nya. Mereka pastilah polisi Bait Allah satu-satunya pasukan yang dikendalikan oleh imam-imam kepala dan berada dalam kuasa mereka. Sesuatu yang tidak mungkin sebagai polisi Bait Allah belum mengenal Yesus, orang yang setiap hari mengajar di ruangan Bait Allah dan orang yang menyucikan Bait Allah serta mengusir para penukar uang dan pedagang burung merpati dari halaman Bait itu. Namun Yesus tahu itulah jalan yang ditempuh-Nya agar ditangkap-Nya Yesus manusia dibebaskan dari dosa, dengan dihina-Nya Yesus manusia menjadi mulla.


PENERAPAN

Kita ada di minggu ke -5 sengsara Tuhan Yesus atau minggu Judica, artinya:

  1. Hati kita diantar untuk memandang Yesus yang menderita karena cinta yang tulus menderita sampai mati untuk keselamatan umat manusia.
  2. Dengan memandang pada kasih, Tuhan Tuhan kita juga terpanggil mengikuti jejak-Nya untuk menjadi orang Kristen yang taat dan setia ilalan berbagai peran jangan kelihatan rohani tapi dalam hidup penuh kepalsuan, tidak jujur, egois, ambisi, tidak loyal, kecendrungan mengasihi diri dari sesama.
  3. Menjadi Orang kristen yang berkarakter Kristus di mana dan disituasi apa jaja, boleh hadir dan menjadi berkat bukan batu sandungan bagi sesama.
Posting Komentar

Posting Komentar