Pencipta langit dan bumi segala yang kelihatan
dan yang tidak kelihatan.
Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus
Anak Allah yang Tunggal, yang lahir dari sang Bapa sebelum segala zaman,
Allah dari Allah, Terang dari Terang,
Allah yang sejati dari Allah yang sejati,
diperanakkan bukan dibuat,
sehakekat dengan Sang Bapa,
yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat;
yang telah turun dari surga untuk kita manusia,
dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging,
oleh Roh Kudus dari anak dara Maria,
dan menjadi manusia yang disalibkan bagi kita,
di bawah pemerintahan Pontius Pilatus menderita dan dikuburkan;
yang bangkit pada hari ke tiga,
sesuai dengan isi kitab-kitab dan naik ke surga,
yang duduk di sebelah kanan sang Bapa, dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati,
yang kerajaan-Nya tak akan berakir.
Aku percaya kepada Roh Kudus,
yang adalah Tuhan dan yang menghidupkan,
yang keluar dari sang Bapa dan sang Anak,
disembah dan dimuliakan,
yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya kepada satu Gereja, yang kudus, am dan rasuli.
Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di zaman yang akan datang.
Dibawah ini adalah sejarah Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel
1. Latar Belakang
Pada abad ke-4 M, gereja Kristen sedang berkembang pesat, namun menghadapi masalah besar: perdebatan tentang siapa Yesus Kristus.
- Arius, seorang imam dari Aleksandria (Mesir), mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah sejati, melainkan ciptaan pertama yang paling mulia dari Allah. Pandangan ini disebut Arianisme.
- Ajaran ini membuat perpecahan besar dalam gereja, karena mempertanyakan keilahian Yesus dan keselamatan manusia.
Kaisar Konstantinus Agung, yang baru saja melegalkan agama Kristen melalui Edik Milano (313 M), ingin menyatukan gereja demi kestabilan kekaisaran. Ia memanggil sebuah konsili (sidang gereja besar) untuk membahas persoalan ini.
2. Konsili Nicea (325 M)
Diselenggarakan di kota Nicea (Nicaea, sekarang İznik, Turki).
- Hadir sekitar 318 uskup dari seluruh kekaisaran.
- Dipimpin oleh Kaisar Konstantinus.
Keputusan Penting
- Ajaran Arius ditolak.
- Yesus Kristus ditegaskan sebagai “sehakikat dengan Bapa” (homoousios tō Patri). Artinya, Yesus bukan ciptaan, melainkan Allah sejati dari Allah sejati.
- Dirumuskan Pengakuan Iman Nicea (325 M) yang menegaskan:
- Iman kepada Allah Bapa,
- Yesus Kristus sebagai Allah sejati,
- Roh Kudus disebut tetapi belum dijelaskan panjang lebar.
3. Konsili Konstantinopel I (381 M)
Beberapa dekade kemudian, masalah baru muncul:
- Ada kelompok yang merendahkan Roh Kudus, menganggap-Nya bukan Allah sejati.
- Selain itu, perdebatan tentang kemanusiaan Kristus juga berkembang.
Kaisar Theodosius I memanggil konsili di Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Keputusan penting:
- Menegaskan kembali keputusan Konsili Nicea (325 M).
- Menambahkan penjelasan tentang Roh Kudus:
- Roh Kudus adalah Tuhan dan Pemberi hidup,
- Ia berasal dari Bapa,
- Disembah dan dimuliakan bersama Bapa dan Putra.
- Menyempurnakan Pengakuan Iman Nicea → menjadi Pengakuan Iman Nicea-Constantinopel (381 M).
4. Isi Utama Pengakuan Iman Nicea-Constantinopel
- Allah Bapa – Pencipta langit dan bumi.
- Yesus Kristus – Anak Allah, sehakikat dengan Bapa, yang menjadi manusia demi keselamatan kita, disalibkan, bangkit, naik ke surga, dan akan datang kembali.
- Roh Kudus – Tuhan, Pemberi hidup, yang berbicara melalui para nabi, disembah bersama Bapa dan Putra.
- Gereja – Satu, Kudus, Katolik (Umum), dan Apostolik.
- Pengakuan satu baptisan untuk pengampunan dosa.
- Pengharapan akan kebangkitan orang mati dan hidup yang kekal.
5. Pengaruh dalam Gereja
Pengakuan iman ini menjadi dasar iman Kristen ekumenis, diterima oleh hampir semua tradisi besar: Katolik, Ortodoks, Anglikan, dan banyak gereja Protestan.
Sampai hari ini, Credo Nicea-Constantinopel dibacakan dalam liturgi, khususnya dalam ibadah Minggu.
Sejarah Pengakuan Iman Nicea-Constantinopel — Timeline Singkat
| Tahun | Peristiwa | Hasil / Keputusan |
|---|---|---|
| 313 M | Edik Milano oleh Kaisar Konstantinus | Agama Kristen dilegalkan dalam Kekaisaran Romawi. |
| 318 M | Arianisme muncul (Arius di Aleksandria) | Yesus dianggap ciptaan, bukan Allah sejati → timbul perpecahan gereja. |
| 325 M | Konsili Nicea I (di Nicea, Turki) | - Ajaran Arius ditolak. - Yesus ditegaskan sehakikat dengan Bapa (homoousios). - Disusun Pengakuan Iman Nicea. |
| 381 M | Konsili Konstantinopel I (di Konstantinopel/Istanbul) | - Menegaskan kembali iman Nicea. - Menambahkan ajaran tentang Roh Kudus. - Disempurnakan menjadi Pengakuan Iman Nicea-Constantinopel. |
| Sesudah 381 M | Penyebaran di seluruh Gereja | Credo ini diterima luas oleh Gereja Katolik, Ortodoks, Anglikan, dan banyak gereja Protestan. |

